Bagaimana cara berhenti kuatir, dan mempercayai Tuhan?

Di tengah-tengah tantangan saat ini, Tuhan mengundang kita untuk tidak kuatir, tetapi sebaliknya, percaya pada-Nya. Dan perhatikan bagaimana caranya…

Saya harus jujur, saya memiliki kehidupan yang mudah. Namun, tidak peduli siapapun kita, pasti kita memiliki tantangan dalam hidup ini.

Ada kekuatiran yang menyebabkan kita terjaga pada jam 3 pagi, memeriksa situasi. Ingin tahu tindakan apa yang harus atau bisa kita ambil. Apa yang harus dipikirkan? Apa yang harus dikatakan.

Bahkan hal-hal BAIK, peluang baru dapat menyebabkan rasa takut.
Jadi, apa yang kita lakukan dengan masalah-masalah yang menyebabkan kita kurang tidur, yang membuat hati dan pikiran kita tertekan? Apa yang kita lakukan dengan tantangan, ketakutan kita?

Jika kita bijaksana, kita pergi ke tempat di mana kita mendapatkan pertolongan! Kita membawa permasalahan tersebut kepada Tuhan.
Karena inilah yang dikatakan Tuhan …

“Janganlah takut,sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yes.41:10)

“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” (Yes.40:29)

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yes.41:13)

“… Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yes.41:14)

“Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.” (Maz.73:28)

”Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.” (Mazmur 62:6-8)

“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Mazmur 62:9)

Dari ayat-ayat ini kita menemukan, bahwa:
  Tuhan akan menguatkan kita.
  Dia bersama kita.
  Dia adalah Tuhan kita.
  Dia akan mengangkat kita.
  Dia akan memegang tangan kita.
  Dia akan menolong kita.
  Dia adalah gunung batu kita. (Jadi kita dapat berdiri teguh.)
  Dia adalah keselamatan kita. (Dia menyelamatkan kita.)
  Dia adalah kota benteng kita. (Dia melindungi kita.)
  Dia adalah perlindungan kita. (Dia kuat dan mengasihi kita.)

Ketika saya mulai kuatir, saya akan membaca Filipi 4:4-7

”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat ! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Saya memaksa diri saya untuk membaca ayat-ayat itu dengan keras. Lalu saya membuat kata kerja sebagai tindakan, pada setiap bagian:

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.
[Inilah sebabnya kita dapat bersukacita ... Tuhan dekat. Jadi, mari kita berhenti sejenak dan bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia bersama kita, dia tahu semua tentang situasi dan kebutuhan kita. Dia dekat]

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga [sama sekali tidak ada apa pun di sini yang perlu dikuatirkan].

“Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Mintalah pada Tuhan apa yang kita butuhkan. Minta.

Sebagai akibatnya…“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Hati dan pikiranmu….temukan damai dari Tuhan)

Ini adalah ayat-ayat yang bagus untuk dituliskan dan dihafal.